Di Antara Senyawa Berikut yang Bukan Molekul Kovalen Polar Adalah

Pendahuluan

Dalam dunia kimia, terdapat berbagai jenis senyawa yang dapat dikelompokkan berdasarkan ikatan antara atom-atom yang membentuk molekulnya. Salah satu jenis ikatan yang umum adalah ikatan kovalen, di mana atom-atom saling berbagi elektron.

Namun, tidak semua senyawa kovalen memiliki sifat yang sama. Beberapa senyawa kovalen bersifat polar, sedangkan yang lainnya bersifat nonpolar. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa contoh senyawa kovalen dan menentukan mana yang tidak polar.

Senyawa Kovalen Polar vs. Nonpolar

Sebelum membahas lebih lanjut tentang senyawa kovalen polar dan nonpolar, penting untuk memahami perbedaan antara keduanya.

Senyawa kovalen polar terbentuk ketika atom-atom pembentuk molekul memiliki perbedaan elektronegativitas yang signifikan. Atom yang lebih elektronegatif cenderung menarik elektron dengan kekuatan yang lebih besar, sehingga menciptakan muatan parsial yang tidak seimbang di sekitar molekul. Dalam senyawa kovalen polar, terdapat momen dipol atau muatan parsial positif dan negatif yang terbentuk.

Di sisi lain, senyawa kovalen nonpolar terbentuk ketika ada perbedaan elektronegativitas yang kecil atau sama sekali tidak ada antara atom-atom pembentuk molekul. Dalam senyawa kovalen nonpolar, muatan parsial positif dan negatif terdistribusi secara merata di molekul.

Contoh Senyawa Kovalen Polar

Ada beberapa contoh senyawa kovalen polar yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contohnya termasuk:

  1. Air (H2O): Air adalah contoh klasik senyawa kovalen polar. Kekuatan tarikan elektron oleh atom oksigen menghasilkan muatan parsial negatif pada oksigen dan muatan parsial positif pada atom hidrogen. Hal ini menyebabkan air memiliki momen dipol dan sifat penyebabnya seperti daya larut dan tingkat titik didih yang tinggi.

  2. Amonia (NH3): Amonia adalah senyawa yang terdiri dari satu atom nitrogen dan tiga atom hidrogen. Nitrogen yang lebih elektronegatif menarik pasangan elektron lebih dekat ke arahnya, menciptakan muatan parsial negatif pada nitrogen dan muatan parsial positif pada atom hidrogen. Oleh karena itu, amonia juga memiliki momen dipol.

  3. Hidrogen klorida (HCl): Hidrogen klorida adalah senyawa yang terbentuk dari atom hidrogen dan atom klorin. Klorin yang lebih elektronegatif menarik elektron dari hidrogen, menciptakan muatan parsial negatif pada klorin dan muatan parsial positif pada hidrogen, membuat hidrogen klorida senyawa polar.

Contoh Senyawa Kovalen Nonpolar

Selain senyawa kovalen polar, ada juga senyawa kovalen nonpolar yang tidak memiliki momen dipol atau muatan parsial yang signifikan. Beberapa contoh senyawa kovalen nonpolar adalah:

  1. Metana (CH4): Metana adalah senyawa yang terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Karbon dan hidrogen memiliki perbedaan elektronegativitas yang relatif kecil, sehingga metana tidak memiliki momen dipol dan dianggap sebagai senyawa kovalen nonpolar.

  2. Eter (C2H5OC2H5): Eter adalah senyawa organik yang terdiri dari atom karbon, oksigen, dan hidrogen. Karbon dan oksigen memiliki perbedaan elektronegativitas yang kecil, sehingga eter juga dianggap nonpolar.

  3. Karbon dioksida (CO2): Karbon dioksida adalah senyawa yang terbentuk dari satu atom karbon dan dua atom oksigen. Karbon dan oksigen memiliki perbedaan elektronegativitas yang sama, sehingga karbon dioksida tidak memiliki muatan parsial yang signifikan dan dianggap sebagai senyawa nonpolar.

FAQ

Apa itu senyawa kovalen polar?

Senyawa kovalen polar terbentuk ketika atom-atom pembentuk molekul memiliki perbedaan elektronegativitas yang signifikan, menciptakan muatan parsial yang tidak seimbang.

Apa itu senyawa kovalen nonpolar?

Senyawa kovalen nonpolar terbentuk ketika tidak ada perbedaan elektronegativitas yang signifikan antara atom-atom pembentuk molekul, sehingga muatan parsial terdistribusi secara merata.

Apa contoh senyawa kovalen polar?

Beberapa contoh senyawa kovalen polar antara lain air (H2O), amonia (NH3), dan asam klorida (HCl).

Apa contoh senyawa kovalen nonpolar?

Beberapa contoh senyawa kovalen nonpolar adalah metana (CH4), eter (C2H5OC2H5), dan karbon dioksida (CO2).

Kesimpulan

Senyawa kovalen polar dan nonpolar memiliki sifat yang berbeda berdasarkan perbedaan elektronegativitas atom pembentuk molekul. Beberapa senyawa kovalen polar termasuk air, amonia, dan hidrogen klorida, sedangkan senyawa kovalen nonpolar termasuk metana, eter, dan karbon dioksida.

Penting untuk memahami perbedaan ini, karena sifat-sifat senyawa tersebut mempengaruhi berbagai aspek dalam kimia dan kehidupan sehari-hari.

To be continued…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel: Mahasiswa yang Dikenal sebagai Pahlawan Reformasi, kecuali siapa?

Berikut ini yang bukan merupakan kaidah teks iklan adalah