Onggong Onggong: Semua yang Perlu Diketahui

Jika Anda sudah sering mengunjungi kota makassar maka pasti sudah tidak asing lagi dengan suara onggong onggong yang terdengar di kampung-kampung atau pinggiran kota. Suara ini sangat khas dan menggema di dalam telinga, namun masih banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan onggong onggong tersebut. Mengingat hal tersebut, pada artikel kali ini, kita akan membahas semua yang perlu diketahui tentang onggong onggong.

Apa itu Onggong Onggong?

Onggong onggong merupakan alat musik yang terbuat dari kayu yang biasanya digunakan pada saat acara perkawinan adat bugis di Sulawesi Selatan. Alat musik ini memiliki bentuk yang sangat unik, yaitu memiliki leher panjang dan bongkahan besar pada ujungnya. Teknik memainkan onggong onggong bisa dibilang cukup mudah. Kamu hanya perlu menepukkan alat ini ke tanah dengan cara menarik ke atas bongkahan ujungnya. Permainan yang dihasilkan oleh alat musik ini sangat khas dan menggugah semangat serta kecepatan tubuh.

Sejarah Onggong Onggong

Onggong onggong sudah ada sejak jaman dahulu kala dan dipercaya sebagai alat yang bisa membuat suasana hati menjadi semakin positif dan mengundang semangat. Pada awalnya, onggong onggong dikaitkan dengan tradisi perkawinan adat suku Bugis. Di daerah tertentu, onggong onggong juga biasa dimainkan pada saat upacara adat, perayaan agama atau acara resmi pemerintah.

Cara Membuat Onggong Onggong

Untuk membuat alat musik onggong onggong, dibutuhkan beberapa bahan dan alat yang cukup sulit didapatkan. Pertama, kayu yang biasa digunakan adalah kayu jati, kayu cengkeh, atau kayu lain yang jenisnya dikenal sebagai kayu keras. Selain kayu, alat musik ini juga memerlukan kawat dari besi, besi, dan bahan pelapis untuk area penunjangnya.

Untuk membuat alat musik ini, langkah yang harus diambil pertama-tama adalah menyiapkan kayu yang akan digunakan. Setelah itu, kayu tersebut diukir dan dibentuk sedemikian rupa hingga sesuai dengan alat musik onggong onggong yang diinginkan. Setelah kayu selesai dibentuk, kawat besi ditarik dan dipasangkan pada bagian atas pada alat musik tersebut. Agar warna pada alat musik onggong onggong terlihat lebih meriah, kain sarung dililitkan pada badan alat musik.

Apa saja keuntungan menggunakan Onggong Onggong?

Di Sulawesi Selatan, onggong onggong dianggap sebagai lambang suara yang menciptakan suasana hati yang positif dan mengajak orang untuk lebih aktif dan semangat. Alat musik ini juga mengandung banyak nilai budaya dan menjadi alat musik ciri khas dari Indonesia.

Selain itu, alat musik onggong onggong dapat memberikan kesan menghibur yang kuat bagi para pendengarnya. Ia merupakan salah satu alat musik yang sangat dinamis dan dapat meningkatkan semangat serta kecepatan tubuh saat dimainkan.

FAQ

Q: Apakah Onggong Onggong digunakan hanya pada upacara perkawinan adat suku Bugis saja?

A: Pada awalnya, onggong onggong memang terkait dengan tradisi perkawinan adat suku Bugis, namun di era modern saat ini, alat musik ini juga digunakan pada acara lain seperti upacara adat, perayaan agama, dan acara resmi pemerintah.

Q: Siapa saja yang bisa memainkan Onggong Onggong?

A: Sebenarnya, siapa saja bisa memainkan onggong onggong, tidak hanya orang-orang tertentu saja. Teknik memainkannya pun sangat mudah.

Q: Apakah onggong onggong dapat membantu meningkatkan kualitas hidup seseorang?

A: Pada umumnya, musik memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kehidupan manusia baik dari sisi kesehatan maupun untuk menghilangkan stres. Demikian juga halnya dengan onggong onggong yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Kesimpulan

Sekarang Anda sudah mengetahui banyak hal tentang onggong onggong, mulai dari sejarahnya, cara pembuatan, manfaat dan kelebihannya. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, onggong onggong sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Anda juga dapat memainkan alat musik ini, akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Semoga artikel ini mampu memberikan wawasan yang lebih banyak tentang musik tradisional Indonesia dan onggong onggong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Faktor Pendorong Penemuan Baru yang Berkaitan dengan Sikap Negatif Adalah

Jika Suku ke-8 dari Deret Aritmatika adalah 20