Pencipta Lambang NU Adalah: Sejarah dan Makna Lambang Nahdlatul Ulama

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki ciri khas berupa lambang yang menjadi identitas organisasinya. Lambang NU ini memiliki sejarah yang panjang dan memiliki makna filosofi yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang "Pencipta Lambang NU Adalah" dan sejarah serta makna lambang tersebut.

Sejarah Lambang NU

Pada awalnya, NU belum memiliki lambang resmi yang digunakan sebagai identitas organisasinya. Namun, pada tahun 1930, muncul gagasan untuk membuat lambang yang merepresentasikan organisasi Nahdlatul Ulama. Gagasan ini muncul dari KH. Wahid Hasyim, salah satu tokoh pendiri NU. Beliau menginginkan adanya simbol yang mudah dikenali dan memiliki makna filosofi yang mendalam.

Setelah melalui berbagai diskusi dan kajian, akhirnya terciptalah lambang NU yang kita kenal sekarang ini. Lambang ini disetujui oleh Majelis Syuro NU pada tahun 1953 dan kemudian diresmikan pada tahun 1955.

Makna Lambang NU

Lambang NU terdiri dari beberapa elemen, yaitu bulan sabit, matahari, kitab suci Al-Quran, dan nama "NU" dalam aksara arab. Berikut adalah penjelasan makna dari tiap elemen tersebut:

Bulan Sabit

Bulan sabit pada lambang NU melambangkan Islam sebagai agama resmi di Indonesia dan juga sebagai organisasi Islam yang menjadi kekuatan dunia di masa kini. Bulan sabit juga memiliki makna sebagai simbol keteguhan hati, kesetiaan, dan kemandirian dalam menyebarkan ajaran Islam.

Matahari

Matahari pada lambang NU melambangkan sumber kehidupan dan kekuatan yang memancarkan cahaya terang benderang. Ini melambangkan organisasi NU sebagai sumber kekuatan dan wawasan spiritual bagi seluruh umat Islam.

Kitab Suci Al-Quran

Kitab suci Al-Quran pada lambang NU melambangkan ajaran agama Islam yang menjadi sumber inspirasi bagi organisasi NU dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman. Dalam konteks NU, Al-Quran juga memiliki makna sebagai panduan kehidupan yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam.

Nama "NU" dalam Aksara Arab

Nama "NU" pada lambang NU ditulis dalam aksara arab dan memiliki makna sebagai representasi dari organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam konteks lambang, huruf "NU" juga melambangkan keteguhan dan kesetiaan dalam mengamalkan ajaran Islam.

FAQ

Kapan lambang NU resmi digunakan sebagai identitas organisasi?

Lambang NU resmi digunakan sebagai identitas organisasi pada tahun 1955.

Siapakah yang menciptakan lambang NU?

Lambang NU dibuat oleh satu tim yang terdiri dari beberapa tokoh pendiri NU, termasuk di antaranya KH. Wahid Hasyim dan H. Moh. Wahab Hasbullah.

Apa makna dari bulan sabit pada lambang NU?

Bulan sabit pada lambang NU melambangkan Islam sebagai agama resmi di Indonesia dan juga sebagai organisasi Islam yang menjadi kekuatan dunia di masa kini.

Mengapa kitab suci Al-Quran ditempatkan pada lambang NU?

Kitab suci Al-Quran pada lambang NU melambangkan ajaran agama Islam yang menjadi sumber inspirasi bagi organisasi NU dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman.

Apa makna dari huruf "NU" dalam lambang NU?

Nama "NU" pada lambang NU ditulis dalam aksara arab dan memiliki makna sebagai representasi dari organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam konteks lambang, huruf "NU" juga melambangkan keteguhan dan kesetiaan dalam mengamalkan ajaran Islam.

Kesimpulan

Lambang NU merupakan identitas organisasi Nahdlatul Ulama yang memiliki makna filosofi yang mendalam. Lambang ini terdiri dari beberapa elemen, yaitu bulan sabit, matahari, kitab suci Al-Quran, dan nama "NU" dalam aksara arab. Setiap elemen memiliki makna dan simbol tersendiri yang merepresentasikan organisasi NU sebagai kekuatan spiritual dan keilmuan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Luksasi Lensa adalah: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Salah Satu Properti Tari Tani Adalah